Dibangun dari kebutuhan operasional retail
CheckPoint mulai dikembangkan sejak 2006 dengan sudut pandang bahwa Point of Sale bukan sekadar aplikasi untuk mencatat penjualan. Di lingkungan retail, transaksi kasir berhubungan langsung dengan produk, harga, pembayaran, inventory, receiving, user access dan proses back office.
Filosofi produk
CheckPoint mempertahankan tiga prinsip utama: kasir harus cepat, data inventory harus dapat ditelusuri, dan fungsi sensitif harus mempunyai kontrol yang jelas. Modernisasi produk dilakukan tanpa meninggalkan karakter operasional tersebut.
Lebih dari aplikasi kasir sederhana
CheckPoint diarahkan sebagai Professional Retail Management System. Front office menangani transaksi pelanggan melalui software kasir CheckPoint, sedangkan back office menyediakan fondasi pengelolaan produk, inventory, receiving, user, role, permission dan reporting.
Offline-first untuk retail fisik
Operasional kasir lokal tidak seharusnya berhenti hanya karena koneksi internet eksternal bermasalah. Karena itu CheckPoint menggunakan pendekatan offline-first untuk fungsi inti lokal, sambil tetap membuka ruang bagi integrasi dan sinkronisasi yang membutuhkan konektivitas.
Untuk siapa CheckPoint dikembangkan?
Fokus CheckPoint adalah retail yang membutuhkan aplikasi kasir inventory untuk operasional retail dengan kontrol lebih dalam: toko dengan inventory aktif, banyak SKU, receiving rutin, beberapa user atau terminal, serta kebutuhan kontrol operasional yang lebih kuat.